SELAMAT DATANG

PT. SIGMA GLOBAL HITECHS
Melayani pengiriman keseluruh indonesia VIA JNE, TIKI, Pos Indonesia

Peluang

INFO PRODUK HUBUNGI 081318942462
Tampilkan postingan dengan label Insektisida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Insektisida. Tampilkan semua postingan

4.11.10

MENGENAL PESTISIDA

Pestisida merupakan terjemahan bahasa inggris pesticide yang berasal dari bahasa latin pestis dan cedo yang biasa diterjemahkan menjadi racun untuk mengendalikan jasad pengganggu. Istilah jassad pengganggung padata tanaman sering juga disebutdengan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Bahan racun yang dibutuhkan

Pestisida digunakan sebagai pilihan utama pemberantasan organisme pengganggu tanaman. Sebab pestisida mempunyai daya bunuh yang tinggi, penggunaan nya mudah, dan hasilnya cepat diketahui. Namun bila aplikasi ikurang bijaksana dapat menyebabkan dampak yang berbahaya bagi pengguna maupun linggkungan. Dampak buruk tersebut antara lain:

  1. mengakibatkan keracunan bagi pengguna secara cepat ataupun lambat.
  2. meracuni inang.
  3. resistensi pada hama akibat penggunaan pestisida yang berbahan aktif atau kelompok senyawa yang sama secara terus menerus dengan dosis yang tidak tepat.
  4. terjadi resurjensi, yaitu populasi hama generasi berikutnya meningkat setelah aplikasi pestisida, karena ikut terbunuhnya musuh alami saat dilakukan aplikasi pestisida. Bisa juga terjadi perangasangan produksi telur hama akibat penggunaan dan ntingkat dosis tertentu.
  5. munculnya hama sekunder. Dengan dibasminya hama utama, musuh alami hama utama dan bahkan musuh alami sekunder ikut terbunuh. Akibatnya hama sekunder berkembang pesat dan menjadi hama utama.
  6. merusak mahluk berguna misalnya serangga penyerbuk, predator, parasit, dan pathogen.
  7. mencemari lingkungan, misalnya perairan, udara, dan sebagainya.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, produk pestisida sebaiknya memenuhi criteria berikutnya:

  1. mempunyai toksisitas oral yang rendah.
  2. mempunyai toksisitas dermal yang rendah.
  3. tidak persisten. Pertisida tidak bertahan di dalam tanah, tanaman dan perairan.
  4. tidak meninggalkan residua pada taaman.
  5. tidak berakumulasi.
  6. efektif terhadap organisme sasaran.
  7. mempunyai spectrum yang sempit atau selektivbitas yang tinggi. Artinya yang terbunuh hanya jasad pengganggu, sedangkan jasad hidup yang lain tidak ikut terbunuh.
  8. tidak fitotoksis, yaitu tidak meracuni tanaman itu sendiri.
  9. tidak menimbhulkan resistensi atau timbulnya sifat kekebalan terhadap organisme pengganggu atau organisme sasaran.
  10. mudah didapat dan murah.
  11. tidak mudah terbakar dan meledak.
  12. dapat disimpan lama tanpa mengurangi kualitas.
  13. tidak merusak alat.

Jenis pestisida dan cara kerjanya

Pestisida diklasifikasikan menjadi beberapa macam sesuai dengan sasaran yang akan dikendalikan.
1. INSEKTISIDA
2. FUNGISIDA
3. BAKTERISIDA
4. NEMATISIDA
5. AKARISIDA
6. RODENTISIDA
7. MOLUSKUSIDA
8. HERBISIDA
9. PESTISIDA
10. FORMULASI PESTISIDA

INSEKTISIDA

Insektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang bisa mematikan semua jenis serangga.

Serangga adalah binatang yang 26% spesiesnya merugikan manusia karena herbivore atau fitofak, sedangkan sebagian lainnya merugikan manusia karena menyebarkan penyakit pada manusia dan binatang ternak. Walaupun demikian ada pula serangga yang sangat penting misalnya serangga penyerbuk (pollinator), pengurai (decomposer), predator dan parasitoid pada serangga lain, penghasil bahan berguna (lebah madu), dan sebagainya.

Ukurannya sangat beragam. Ada yang besarnya kurang dari 0,25 mm, tetapi ada juga yang bisa mencapai 25 cm. secara umum tubuh serangga terdiri dari kepala, dada dan perut. Pada dadanya terdapat 6 ruas kaki yang dapat bergerak.

Serangga menyerang tanaman atau ternak untuk memperoleh makanan dengan berbagai cara, sesuai tipe mulutnay:

· Menggigit dan mengunyah, misalnya jangkerik, ulat, dan belalang. Dengan mulutnya ini serangga dapat menggigit dan mengunyah bagian luar tanaman, mengugurkan daun tanaman, membuat lubang terowongan ke dalamnya, atau memakan buah.

· Menusuk dan menghisap cairan tanaman, misalnya aphis,wereng, kutu perisai, kutu daun, kupu-kupu penusuk buah dan thrips.

· Menghisap, misalnya kupu-kupu dan ngengat. Binatang ini tidak merugkan sebatas yang dihisap hanya nectar atau madu dari bunga. Akan tetapi kebanyakan pada tingkat dewasa menjadi hama yang serius.

· Mengunyah dan menjilat. Serangga bertipe mulut ini umumnya tidak merugikan manusia, justru memberi keuntungan , misalnya lebah.

· Memarut dan menghisap dilakukan oleh thrips atau tungau. Jaringan tanaman yang di parut dengan paruhnya sehingga keluar cairan untuk dihisapnya. Jaringan yang terserang oleh hama ini senderung berwarna putih kemudian megarat.

Salah satu kesulitan pengendalian serangga adalah sifat serangga yang mudah menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Sebagai contoh walaupun tanaman ksukaannya tidak ada, serangga masih bertahan hidup dengan memakan jenis tanaman apa saja yang ada. Seraangga juga tidak hanya menyerang tanaman di lahan pertanian, tetapi ada beberapa jenis yang menjadi hama gudang.

Untuk membunuh serangga, inektisida nmasuk dalam tubuh serangga melalui lambung, kontak, dan alat pernapasan.

    1. iunsektisida dapat meracuni lambung (stomach poisons) bila insektisida masuk dalam tubuh bersama bagian tanaman yang dimakannya. Akibatnya alat pencernaan akan terganggu. Insektisida seperi ini sangat efektif untuk mengendalikan serangga yang mulutnya bertipe pengigit dan pengunyah.
    2. Insektisida kontak (contac poisons) akan masuk tubuh serangga melalui kutikulanya.
    3. Insectisida masuk ke tubuhnya melalui pernapasan. Sebagiai fumigasi hama gudang dapat mematikan hama yang menhisap gas beracun dari fumigant.

Sedangkan dilihat dari cara kerjanya, insektisida dibedakan atas peracun fisik, peracun protoplasma, dan peracun pernapasan.

· Insektisida peracun fisik akan menyebabkan dehidrasi, yaitu keluarnya cairan tubuh dari dalam tubuh serangga.

· Insektisida peracun protoplasma dapat mengendapkan protein dalam tubuh srangga.

· Insektisida peracun pernapasan dapat menghambat aktifitas enzim pernapasan.

FORMULASI PESTISIDA

Formulasi pestisida yn\ang dipasarkan terdiri atas bahan pokok yang disebut bahan aktif (active ingredient) yang merupakan bahan utama pembunuh organisma pengganggu dan bahan ramuan (inert ingredient).

Jika dilihat dari struktur kimianya, bahan aktif ini bisa digolongkan menjadi kelompok organic sintetik, orgnik alamiah dan inorganic. Bahan aktif ini jenisnya sangat banyak sekali. Tahun 1986 badan proteksi lingkungan amerika serikat mencatat ada 2600 bahan aktif yang sudah dipasarkan. Dan diseluruh dunia ada 35000 formulasi atau merek dagang.

Pestisida organic alamiah berasal dari bahan-bahan tanaman, maka sering juga disebut pestisida botanik. Pestisida ini cenderung bersifat tidak mantap dan berumur pendek. Namun daya bunuhnya scepat dan berdaya racun rendah. Sebagai contoh adala

- nikotin berasal dari daun tembakau.

- Pyrethrum berasal dari daun chrysanthemum cinerariaefolium.

- Red squil berasal dari umbi urginea maritime

- Rotenone berasal dari akar derris sp

- Ryania berasal dari akar ryania speciosa

- Sabadilla berasal dari tanaman schoenocaulon officinale.

Senyawa mikroba merupakan salah satu bahan aktif pestisida organic sintetik. Senyawa ini adalah hasil formulasi manusia dari jamur, bakteri, atau virus. Pestisida ini sering juga disebut golongan biologi. Sebagai missal senyawa yang mengandung bakteri bacillus thuringiensis dipergunakan untuk mengedalikan hama Lepidoptera. Merek dagang insektisida bakteri berbahan aktif bakteri bacillus thuringiensis tersebut tersedia dalam berbagai furmulasi.

Bahan ramuan biasanya berperan sebagai: pelarut, pembawa (untuk menencerkan pestisida), surfaktan (emuksi,pembasah,pendispersi,foam dan penyebar), stabilizer (agar formulasi tetap aktif dan mantap), sinergis (meningkatkan daya kerja bahan aktif pestisida), minyak-minyak (untuk meningkatkn aktifitas biologo), defoamer (agar hasil semprotan tidak berbusa), agensia pemadat 9agar hasil semprotan tidak mudah dihembus angina kemana-mana dan agar pestisida tidak mudah mengalir jatuh ketanah setelah penyemprotan), agensia pewarna (untuk mengurangi kemungkinan kecelakaaan). Dengan formula ini keamanan, penyimpanan,penanganan dan efektifan aplikasi bisa meningkat.

Bentuk pestisida yang merupakan formulasi ini ada berbagai macam. Formulasi ini perlu dipertimbangkan oleh calon konsumen sebelum membeli untuk disesuaikan dengan kesediaan alat yang ada, kemudahan aplikasi, serta efektifitasnya.

Formulasi biasanya digunakan kode dibelakang nama dagangnya. Sebagai contoh curaterr 3 G. g menunjukkan bentuknya granul atau butiran. Sedangkan angka yang mengikuti nama dagang menunjukkan presentase bahan aktif, atau jumlah berat bahan aktif (dalam gram),atau jumlah volume bahan aktif (dalam milliliter) perliter formulasi. Sebagai contoh untuk pestisida di atas, berarti kandungan bahan aktifnya karbofuran 3%. Contoh lain bayluscide 250 EC berbentuk emusifiable concentrate, pekatan yang dapat diemulsikan, dengan bahan aktif niklosamida 250 gram per liter.