SELAMAT DATANG

PT. SIGMA GLOBAL HITECHS
Melayani pengiriman keseluruh indonesia VIA JNE, TIKI, Pos Indonesia

Peluang

INFO PRODUK HUBUNGI 081318942462
Tampilkan postingan dengan label NEMATISIDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEMATISIDA. Tampilkan semua postingan

4.11.10

NEMATISIDA

Nematoda yang bentyuknya seperti cacing kecil ini ada yang panjangnya lebih dari 1 cm walaupun pada umumnya panjangnya kurang dari 200 sampai 1000 milimikron. Hidup pada lapisan tanah bagian atas. Nematode yang berperan sebagai hama dibedakan menjadi:

- nematode semi endoparasit yang memasukkan kepalanya dalam akar tanaman tetapi bagian badannya di luar akar,

- nematode ektoparasit yang hidup di luar akar tanaman namun dengan stiletnya mampu menghisap cairan akar tanaman.

- Nematode endoparasit merupakan nematode yang hidup sepenuhnya dalam akar tanaman.

Adanya serangan nematode pada akar bisa ditandai dengan adanya gejala yang tampak pada akar atau bagian tanaman diatas permukaan tanah. Akar yang terisi nematode endoparasit atau semiendoparasit akan bereaksi dengan membentuk tumor atau bisul yang cukup besar seperti bonggol. Luka bekas serangan nematode dapat terjangkiti ceendawan atau bakteri sehingga menimbulkan penyakit sekunder. Dengan akar yang tidak sehat distribsi hara menjadi tersendat.akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil, klorosis dan sering kali diikuti layu, daun gugur,atau ujung tanaman mati. Akibat lainnya titik tumbuh mengalami kelainan sehingga daun keriting, membengkok, berbelit, atau batang bertumor.

Racun yang dapat mengendalikan nematode ini disebut nematisida. Umumnya nematisida berbentuk buturan yang penggunaannya bisa dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dalam tanah. Walaupun demikian ada juga yang berbentk larutan dalam air yang penggunaannya dengan cara disiramkan.

FORMULASI PESTISIDA

Formulasi pestisida yn\ang dipasarkan terdiri atas bahan pokok yang disebut bahan aktif (active ingredient) yang merupakan bahan utama pembunuh organisma pengganggu dan bahan ramuan (inert ingredient).

Jika dilihat dari struktur kimianya, bahan aktif ini bisa digolongkan menjadi kelompok organic sintetik, orgnik alamiah dan inorganic. Bahan aktif ini jenisnya sangat banyak sekali. Tahun 1986 badan proteksi lingkungan amerika serikat mencatat ada 2600 bahan aktif yang sudah dipasarkan. Dan diseluruh dunia ada 35000 formulasi atau merek dagang.

Pestisida organic alamiah berasal dari bahan-bahan tanaman, maka sering juga disebut pestisida botanik. Pestisida ini cenderung bersifat tidak mantap dan berumur pendek. Namun daya bunuhnya scepat dan berdaya racun rendah. Sebagai contoh adala

- nikotin berasal dari daun tembakau.

- Pyrethrum berasal dari daun chrysanthemum cinerariaefolium.

- Red squil berasal dari umbi urginea maritime

- Rotenone berasal dari akar derris sp

- Ryania berasal dari akar ryania speciosa

- Sabadilla berasal dari tanaman schoenocaulon officinale.

Senyawa mikroba merupakan salah satu bahan aktif pestisida organic sintetik. Senyawa ini adalah hasil formulasi manusia dari jamur, bakteri, atau virus. Pestisida ini sering juga disebut golongan biologi. Sebagai missal senyawa yang mengandung bakteri bacillus thuringiensis dipergunakan untuk mengedalikan hama Lepidoptera. Merek dagang insektisida bakteri berbahan aktif bakteri bacillus thuringiensis tersebut tersedia dalam berbagai furmulasi.

Bahan ramuan biasanya berperan sebagai: pelarut, pembawa (untuk menencerkan pestisida), surfaktan (emuksi,pembasah,pendispersi,foam dan penyebar), stabilizer (agar formulasi tetap aktif dan mantap), sinergis (meningkatkan daya kerja bahan aktif pestisida), minyak-minyak (untuk meningkatkn aktifitas biologo), defoamer (agar hasil semprotan tidak berbusa), agensia pemadat 9agar hasil semprotan tidak mudah dihembus angina kemana-mana dan agar pestisida tidak mudah mengalir jatuh ketanah setelah penyemprotan), agensia pewarna (untuk mengurangi kemungkinan kecelakaaan). Dengan formula ini keamanan, penyimpanan,penanganan dan efektifan aplikasi bisa meningkat.

Bentuk pestisida yang merupakan formulasi ini ada berbagai macam. Formulasi ini perlu dipertimbangkan oleh calon konsumen sebelum membeli untuk disesuaikan dengan kesediaan alat yang ada, kemudahan aplikasi, serta efektifitasnya.

Formulasi biasanya digunakan kode dibelakang nama dagangnya. Sebagai contoh curaterr 3 G. g menunjukkan bentuknya granul atau butiran. Sedangkan angka yang mengikuti nama dagang menunjukkan presentase bahan aktif, atau jumlah berat bahan aktif (dalam gram),atau jumlah volume bahan aktif (dalam milliliter) perliter formulasi. Sebagai contoh untuk pestisida di atas, berarti kandungan bahan aktifnya karbofuran 3%. Contoh lain bayluscide 250 EC berbentuk emusifiable concentrate, pekatan yang dapat diemulsikan, dengan bahan aktif niklosamida 250 gram per liter.